Dinding Tidak Rata Setelah Didempul? Ini Penyebabnya!
Sudah mengaplikasikan dempul, tetapi permukaan dinding tetap tidak rata? Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama ketika proses pendempulan dilakukan tanpa memperhatikan kondisi permukaan, ketebalan dempul, atau teknik meratakannya. Padahal, dempul dinding seharusnya membantu menutup pori, lubang kecil, dan bagian permukaan yang kurang sempurna sebelum dinding dicat.
Jangan buru-buru menyalahkan bahan dempul. Bisa jadi, masalahnya justru berasal dari cara mengaplikasikan dempul atau persiapan dinding yang kurang tepat. Jika penyebabnya diketahui, proses perbaikan pun bisa dilakukan dengan lebih mudah.
Lantas, apa saja penyebab dinding masih bergelombang setelah didempul?
Penyebab Dinding Tidak Rata Setelah Didempul
1. Permukaan Dinding Tidak Dibersihkan
Salah satu kesalahan yang sering dianggap sepele adalah langsung mengoleskan dempul pada dinding yang masih kotor.
Debu, pasir, minyak, sisa cat yang mengelupas, hingga kotoran lain dapat mengganggu daya rekat dempul. Akibatnya, dempul tidak menempel secara merata dan permukaan dinding bisa terlihat bergelombang setelah mengering.
Sebelum melakukan pendempulan, bersihkan dinding terlebih dahulu. Pastikan permukaan bebas dari debu dan bagian cat lama yang sudah tidak menempel kuat.
2. Dempul Dioleskan Terlalu Tebal
Ingin pekerjaan cepat selesai terkadang membuat orang mengaplikasikan dempul dalam lapisan yang terlalu tebal. Padahal, cara ini justru dapat membuat hasil akhir kurang rapi.
Lapisan dempul yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Ketika mengering, material juga dapat mengalami penyusutan sehingga permukaan berubah atau muncul bagian yang tidak rata.
Lebih baik aplikasikan dempul secara bertahap dengan lapisan yang tipis dan merata. Jika terdapat lubang atau cekungan cukup dalam, lakukan pengisian secara bertahap daripada langsung menumpuk banyak dempul.
3. Teknik Menggunakan Kape Dempul Kurang Tepat
Kape dempul merupakan salah satu alat penting dalam proses meratakan permukaan dinding. Cara memegang dan menggerakkan kape dapat memengaruhi hasil akhir.
Jika tekanan terlalu kuat pada satu sisi, dempul akan terdorong dan menumpuk di area tertentu. Sebaliknya, tekanan yang terlalu ringan dapat membuat lapisan dempul tidak menyebar dengan sempurna.
Gunakan kape dengan gerakan yang stabil dan tekanan yang konsisten. Tarik dempul secara perlahan untuk menghasilkan lapisan yang lebih rata.
Jangan Lupakan Proses Pengamplasan
Dempul Sudah Rata, Tetapi Belum Tentu Halus
Kesalahan berikutnya adalah menganggap pekerjaan selesai begitu dempul terlihat kering. Padahal, permukaan masih perlu diperiksa dan diamplas.
Setelah dempul benar-benar kering, gunakan amplas yang sesuai untuk menghaluskan bagian yang menonjol. Gosok permukaan secara merata dan jangan memberikan tekanan berlebihan pada satu titik.
Proses pengamplasan akan membantu menghilangkan bekas tarikan kape, gumpalan dempul, serta bagian yang masih kasar.
Periksa Dinding dari Berbagai Sudut
Jangan hanya melihat dinding dari posisi lurus di depan. Arahkan cahaya dari samping atau periksa permukaan dari beberapa sudut.
Cara ini membantu menemukan gelombang, cekungan, atau bagian yang masih menonjol. Jika masih terlihat tidak rata, lakukan perbaikan pada bagian tersebut sebelum masuk ke tahap pengecatan.
Cara Meratakan Dinding yang Sudah Terlanjur Bergelombang
Jika dinding sudah terlanjur tidak rata, tidak perlu langsung mengulang seluruh pekerjaan. Tentukan terlebih dahulu bagian yang bermasalah.
Temukan Bagian yang Menonjol dan Cekung
Raba permukaan dinding menggunakan tangan atau gunakan bantuan penggaris panjang untuk melihat bagian yang bergelombang.
Bagian yang terlalu tinggi dapat diamplas secara perlahan. Sementara itu, bagian yang cekung dapat diberi tambahan dempul tipis.
Gunakan Kape yang Sesuai
Ukuran kape juga perlu disesuaikan dengan area yang dikerjakan. Kape berukuran lebih kecil dapat membantu memperbaiki bagian sempit, sedangkan kape yang lebih lebar dapat membantu meratakan area yang lebih luas.
Gunakan alat yang kondisinya baik. Mata kape yang bengkok atau tidak rata dapat meninggalkan garis pada permukaan dempul.
Tips Agar Hasil Dempul Lebih Halus dan Rapi
Agar tidak mengulang pekerjaan dari awal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Bersihkan dinding sebelum mengaplikasikan dempul.
- Pastikan permukaan dinding cukup kering.
- Gunakan dempul sesuai kebutuhan.
- Hindari membuat lapisan terlalu tebal dalam sekali aplikasi.
- Gunakan kape dempul dengan kondisi baik.
- Ratakan dempul menggunakan tekanan yang konsisten.
- Tunggu sampai dempul benar-benar kering sebelum diamplas.
- Periksa permukaan dari beberapa arah sebelum mengecat.
- Jangan terburu-buru mengecat ketika permukaan masih bergelombang.
Persiapan yang teliti memang membutuhkan sedikit waktu tambahan. Namun, langkah tersebut dapat membuat hasil akhir pengecatan terlihat jauh lebih rapi.
Dinding Halus Dimulai dari Alat yang Tepat
Dinding yang halus bukan hanya ditentukan oleh kualitas cat atau dempul. Alat yang digunakan juga memegang peranan penting. Kape dempul yang tepat membantu mengoleskan sekaligus meratakan kompon pada permukaan dinding dengan lebih mudah.
Karena itu, pastikan kebutuhan perkakas tersedia sebelum memulai pekerjaan. Dengan alat yang sesuai, pekerjaan renovasi kecil di rumah bisa menjadi lebih praktis dan hasilnya pun lebih maksimal.
Jadi, kalau dinding rumah masih bergelombang setelah didempul, jangan langsung mengulang semuanya. Periksa kembali kebersihan permukaan, ketebalan dempul, teknik penggunaan kape, dan proses pengamplasan. Bisa jadi, salah satu langkah tersebut adalah penyebab hasil dinding belum sesuai harapan.
Beli kebutuhan rumah tanggamu sekarang!
Kebutuhan perkakas dan alat rumah tangga, belanja di KODAI sekarang!